Showing posts with label Praktek Memandu Wisata. Show all posts
Showing posts with label Praktek Memandu Wisata. Show all posts
Persiapan Fullday Tour Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar: Selfie dulu ah....
Posted On at by I Wayan Wijayasa (Vijay)




Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar berkunjung ke Bali Bird Park
Posted On at by I Wayan Wijayasa (Vijay)
Sebanyak 50 orang mahasiswa dan dosen Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar mengunjungi Bali Bird Park dalam rangka praktek memandu wisata mahasiswa program studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) angkatan tahun 2015, 2016, dan 2017. Momen mengunjungi 250 spesies dan 2000 koleksi burung sangat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk belajar dan berlibur dengan mengabadikan melalui gambar-gambar menarik.
Kuliah di kampus pariwisata terbaik di Bali, Akpar Denpasar solusinya. Silahkan daftar disini!
Akademi Pariwisata Denpasar: Goes to Fullday Tour by Trikayana Transport
Posted On at by I Wayan Wijayasa (Vijay)
Trikayana Transport merupakan salah satu perusahaan transportasi pariwisata anggota Pawiba yang terpercaya: Bus Bersih, Sopirnya baik, tidak suka komplin, itinerary tidak ada yang tertinggal, dan yang penting selalu memberikan solusi cerdas untuk belajar memandu! Nggak percaya? Cobain aja sendiri! Thanks sudah bertahun-tahun bersama Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar.
Mau Kuliah di kampus favorit dan bergengsi Akpar Denpasar? Klik disini!
Akpar Denpasar: Nonton film 4D di teater Bali Bird Park
Posted On at by I Wayan Wijayasa (Vijay)
Nonton film 4D di Bali Bird Park merupakan salah satu bagian praktek memandu wisata Desember 2017. Kegiatan ini dilakukan sehabis keliling area Bali Bird Park dan belajar memandu wisatawan di kebun burung.
Rombongan Akpar Denpasar disambut team sales and marketing: Bapak Sutama dan Ibu Maria Agusta. Beliau adalah alumni Akpar Denpasar yang sukses berkarir di bidang Sales and Marketing. Bapak Sutama juga berkesempatan memberikan pembekalan singkat bagi mahasiswa Akpar Denpasar. BTW, thanks for the mix juice, by Bali Bird Park.
Mau kuliah di Akpar Denpasar? Klik disini!

DENGKE MAS NA NIURA MAKANAN KHAS SUMATERA UTARA
Posted On at by Danisilalahi
Bila
membahas tentang makanan atau kuliner
khas dari Medan Sumatera Utara kita tidak akan kehabisan topik,karena sumatera
utara memiliki banyak makanan yang menjadi oleh oleh khas dari daerah tersebut.Salah
satu yang menjadi buruan wisatawan saat berkunjung ke Medan Sumatera Utara
yaitu Bika Ambon dan Bolu Meranti.Panganan khas medan yang digolongkan sebagai
makanan yang umum untuk semua kalangan.Berbahan dasar dari tepung,gula,telur
dan santan dengan cita rasa yang beragam.Dan bila kita menilik sedikit ke luar
negeri,tentunya kita mengenal makanan khas Jepang yang yaitu Sushi. Makanan
yang banyak penggemarnya karena dianggap sebagai makanan sehat kerena cara
pengolahannya yang tidak menggunakan minyak bahkan penyedap rasa.Hanya
menggunakan olahan ikan segar dan sedikit bumbu tradisional.Sumatera Utara juga
mempunyai makanan khas yang cara pengolahannya sama seperti Sushi jepang.Dengke
mas na niura(ikan mas na niura) dikenal sebagai sushinya orang batak atau sashimi
dari danau toba karena cara pembuatannya yang tidak digoreng,direbus atau
dimasak dengan cara lainnya.makanan khas Na niura berasal dari Tapanuli, daerah
sekitar tepian danau Toba.Dalam bahasa batak sendiri na niura memiliki arti
ikan yang diasami,hanya mengandalkan proses kimiawi dari rendaman asam jungga(jeruk
purut).Rendaman asam jungga dapat mengubah ikan mentah menjadi tidak berbau
amis.Bumbu lain yang membuat masakan ini semakin nikmat adalah
Andaliman(tuba),sebuah bumbu yang memiliki rasa ketir jika dikecap lidah.Perbaduan
asam jungga dengan andaliman membuat cita rasa ikan jadi terasa pedas dan
hangat di bibir.Na Niura akan semakin nikmat bila ditemani tuak,masyarakat
sekitar menyebutnya susu batak.
Dulunya,Na
Niura adalah makanan yang dikhususkan untuk raja-raja dan salah satunya adalah
raja Sisingamangaraja.Sisingamangaraja adalah Raja yang memimpin negeri Toba
Sumatera Utara.Oleh karena itu tidak sembarangan orang bisa memasak Na
Niura,hanya juru masak kerajaan lah yang diperbolehkan untuk memasak Na Niura.Namun
seiring perkembangan jaman,pecinta Na Niura semakin banyak dikalangan
masyarakat.Cita rasanya yg khas membuat orang-orang yang pernah berkunjung atau
bahkan pernah mencicipi Na Niura ingin membuatnya sendiri di rumah
mereka.Bahkan di sekitaran danau toba seperti kota Balige dan Tarutung sudah
banyak ditemui restoran-restoran yang menyediakan Na Niura.Masakan Na Niura
juga menyebar sampai ke ke Tuk-tuk di pulau samosir.Nah,mereka yang berasal
dari daerah ini dianggap paling pintar dalam meracik bumbu untuk Na Niura.Dan
untuk anda yang berkunjung ke kota Medan,anda juga dapat berkunjung ke pasar
Merah.Disana ada beberapa rumah makan Batak yang menyediakan hidangan Na Niura
tersebut.
Berikut
adalah cara pembuatan Na Niura
Bahan-bahan:
2 ekor ikan mas ukuran sedang
4 buah asam jungga
Bumbu
halus:
8 butir kemiri , belah dua lalu sangrai
1 sdm ketumbar, sangrai hingga harum
5 cm jahe
5 cm
kunyit, bakar
2 cm lengkuas
10 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1 sdm Andaliman
5 – 10 bucah cabe rawit
1 batang kecombrang, rebus sebentar
Garam secukupnya
Cara
membuat Dekke Mas Naniura Khas Sumatra Utara:
1.Bershkan
ikan dengan air mengalir, buang insang, isiperut dan juga sisik nya
2.Belahikan
menjadi dua bagian, sisihkan
3.
Sementara itu peras asam jungga, lalu rendam ikan yang sudah dibersihkan dengan
asam jungga selama 3 jam
4.Setelah
dua jam cabut duri dan tulang ikan dari si ikan sampai menyisakan dagingnya
saja.
5.
Ambil wadah lalu lumuri ikan dengan bumbu halus sampai rata, diamkan sekalil
agi 2 jam
Sajikan
PULAU SAMOSIR DANAU TOBA
Posted On at by DanisilalahiPulau Samosir adalah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara tepatnya di wilayah kabupaten Samosir. Pulau Samosir merupakan sebuah pulau besar di Danau Toba dengan luas 640 km2, ketinggian 1000 mdpl dan merupakan pulau tengah danau terbesar kelima di dunia.Dengan luas mencapai 640 km2 pulau samosir dianggap sebagai Singapore versi batak karena luasnya yang hampir sama. Danau Toba sendiri memiliki panjang 100 km dengan lebar 30 km dan kedalaman mencapai 505 m yang berada di ketinggian 900 meter. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanologi terbesar di dunia.
Danau Toba dan Pulau Samosir terbentuk dari letusan gunung
berapi maha dahsyat sekitar 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu dengan skala
8.0 Volcanic Explosivity Index (VEI). Skala 8.0 VEI dideskripsikan sebagai
letusan supervulkanologi sangat dahsyat yang memuntahkan >1000 km3 material
letusan dengan ketinggian letusan mencapai 50km dan mempengaruhi suhu dan
kondisi di lapisan toposphere dan stratosphere bumi.
Pulau Samosir adalah pulau unik sejuta cerita,banyak kita
temukan objek wisata yang menarik di pulau ini. Terlepas dari Wisata Danau
Sidihoni Samosir danau yang berada di Kecamatan Ronggurnihuta berupa sebuah
danau di tengah Pulau Samosir yang disebut danau di atas danau,samosir juga
mempunyai objek wisata lain yaitu salah satunya wisata Desa adat Tomok. Desa Tomok
adalah sebuah desa kecil di pesisir timur pulau Samosir.Desa ini sangat
menggantungkan kehidupannya pada sektor agraris,perdagangan dan juga
pariwisata.Banyaknya makam dan benda-benda peninggalan zaman megalitik dan
purba menjadikan lokasi ini sebagai salah satu situs
kebudayaan Batak yang cukup terkenal di kalangan wisatawan.Di
desa Tomok kita juga bisa temukan objek wisata Sigale-gale,sebuah patung dari
kayu yang dapat menari.
Kota Ruteng
Posted On at by Yehezkiel
Ruteng,
sebuah kota di dataran tinggi Flores,NTT merupakan Ibu kota Kabupaten
manggarai, dan kota ini posisinya di lereng sisi utara pegunungan hijau di
ketinggian 1.200 M dari permukan laut.
Suhu
udara di kota Ruteng sangat dingin dan tingkat kelembapan mencapai
90%. Selain suhu yang sangat dingin,Ruteng adalah Kota hujan dengan intensitas
cukup tinggi yakni 3,340 mm/tahun.
Kota
Ruteng menawarkan kesejukan dan alam yang hijau sepanjang tahun.Di bagian
selatan kota Ruteng kawasan hujan tropis sebagai kekayaan flora dan fauna.Di
bagian utara kota Ruteng hamparan lembah dan bukit-bukit hijau yang diselimuti
petak-petak sawah.
Kota
Ruteng memiliki beberapa obyek wisata yang wajib di kunjungi yaitu:
Liang
Bua, tenpat dimana ditemukan fosil homo floresiensis. Dan memiliki batu yang
tumbu dari atas ke-bawa dan batu yang tumbu dari bawa ke-atas, dan disana juga
memiliki museum penyimpanan tengkorak fosil tersebut, disana juka kita bisa
foto-foto buat vidio. Liang Bua jarak 30 km dari kota Ruteng dengan waktu yang
di tempu 30 menit
Kawasa
persawahan tradsional berbentuk saaarang laba-laba (spider web) atau yang di
sebut “Lingko”. Tempat ini terletak 20 km bagian barat kota Ruteng,tepatnya di
Cancar dengan waktu tempu 20 menit.
Kampong
adat Ruteng Pu’u merupakan salah satu kampong adat tradisional Manggarai rumah
adat yang beratap ijuk berbentuk kerucut.
Golo
Curu merupakan sebuah tempat untuk menikmati pemandangan kota Ruteng dan pada
pagi hari kita bisa menyaksikan matahari terbit dan begitu juga sore hari kita
bisa menyaksikan matahari terbenam, meski terkadang kabut menghalangi
pemandangan matahari terbenam, namun di saat-saat tertentu kita bisa menikmati
matahari terbenam
Gunung
Ranaka merupakan salah satu obyek wisata bagi wisatawan pencinta treaking dan
hiking di ketinggian 2.30 meter di permukaan laut. Gunung Ranaka letak di
bagian tenggara Kota Ruteng jarak tempu 15 menit
Untuk
mencapai kota Ruteng wisatawan bisa menggunakan transportasi darat. Jarak dari
Labuan Bajo menuju Ruteng 135 km dengan waktu tempu 3-3,5 jam menggunakan
kendaraan umum maupun sepeda motor. Dan bagi wisatawan melai dari Bejawa
menuju Ruteng hampir sama dengan jarak Ruteng-Labuan bajo yakni 132 km dengan
waktu tempu yang hamper sama.
Salain
menggunakan transportasi darat, kota Ruteng memiliki bandara kecil namanya
Bandara Udara Frans Sales Lega yang melayani penerbangan antara kota dan pulau
di NTT,Dan kondisi cuaca di kota Ruteng yang sering kabut dan hujan membuat
jadwal penerbangan tidak menentu saat musim hujan antara bulan Oktober – Maret.
Di
Ruteng jga kita bisa melihat berbagai atraksi budaya pada saat waktu tertentu
dalam satu tahun berkaitan dengan ritual adat penti dan atraksi pertandingan
Caci baik di pusat kota ruteng maupun di kampong-kampung adat di dalam wilayah
kota Ruteng.
